Aleta bukannya tidak peduli, sebenarnya dia tetap ingin tahu apa yang akan dilakukan Jonael. Dari dalam kamar dia bisa mendengar Jonael sedang melakukan percakapan serius dengan orang lain. “Anak buahku sudah di lokasi sebelum polisi datang.” “Bagus, Dicky. Kau usut tuntas semua hal yang aku ceritakan tadi.” “Pasti, Jo. Kau temanku dan ini masalah serius.” “Benar. Aku rasa polisi bisa menyelesaikan masalah hari ini, tapi yang ingin ku ketahui adalah keterkaitan dari semua masalah yang beberapa waktu lalu menimpaku dan menimpa….mmhh…Aleta.”, ragu dia mengucapkan kata terakhir. “Tenang saja, orang pentingmu adalah penting bagiku juga.”, Dicky bisa menangkap galagat Jonael. “Thanks. Ini data-data yang sebelumnya sudah ku kumpulkan.”, Jonael menyerahkan berkas. Jonael beberapa waktu lal

