eca terbangun saat jam menunjukkan setengah enam pagi, eca masih tak bisa bergerak tangan nya kebas karena guntur memegang semalaman, gadis berusia 26tahun itu mencoba membangun kan guntur,
"pak, bangun sudah pagi nih, eca menarik baju guntur, tapi tiba-tiba guntur memeluk eca tampa sadar sehingga eca tertinndih di bawah guntur, guntur tampa sadar melumat bibir eca, cewek bermata sipit memakai baju tidur itu terbelalak matanya, eca cuma bisa pasrah saat guntur melumat bibir mungilnya.
guntur pun tersadar, dan berteriak, "" tidakkk, guntur pun berlari kekamar nya langsung loncat kekasurnya, "sial apa yang kulakukan, bagaimana ini? guntur panik dan merasa malu pada eca, " mimpi apa ya aku semalam, guntur mencoba mengingat nya tapi kepala nya sakit, Tiba-tiba pintu kamar diketuk oleh eca, tapi guntur masih belom membuka nya.
"pak saya duluan kekantor ya, pak, cuma itu yang diucapkan eca dan langsung pergi menuju lift, sementara guntur masih bingung dengan dirinya mencium eca tanpa dia sadari, " tapi kenapa aku yang malu, ya harusnya dia, apes dah, guntur melihat jam 6:30wib celaka aku belom mandi, guntur menyambar handuknya dan langsung ke kamar mandi dan menyalakan shower perlahan sekujur tubuh nya dibasahi oleh shower, setelah selesai mandi guntur mengering kan badannya dan memilih pakaian kantor nya...
saat menuju kantor guntur melihat seorang cewek pingsan dijalan, tanpa banyak pikir guntur membawakan seorang wanita yang berumur 28 tahun ke klinik perusahaan nya, guntur membawa keruangan pemeriksaan,
"dokter, tolong periksa dia, dokter saya saat ini sudah mau telat, guntur meminta dokter kliniknya untuk memeriksa dan menjaga wanita yang pingsan itu.
" baik, pak nanti akan saya hubungi bila pasien sudah sadar,
guntur mengangguk dan pergi kekantor, guntur terlambat lima menit, saat masuk kantor guntur sedang ditunggu Bimo yang sedang berdiri didepan pintu,..
"kamu telat guntur, kamu dari mana aja, Bimo mulai mengintograsi guntur,
" aku, tadi melihat seorang pingsan dijalan aku membantu nya untuk membawa ke klinik, saat hendak menjelaskan benda pipih yang tersimpan dalam saku celana guntur bergetar,
"halo, dok gimana kabarnya, tanya guntur kawatir,..
" udah baikan pak, hm bapak silahkan bicara dengan pasienya.
"hm bilang saja dokter, nanti saya temui saat makan siang,
" seperti nya dia karyawan bapak juga, apa bapak mengenal nya, tanya dokter balik,
"apa tunggu, saya segera kembali, guntur meminta waktu pada Bimo yang dari tadi cuma jadi pendengar yang baik, Bimo sangat terharu dengan adiknya yang peduli sesama.
" kamu,, sudah sadar, guntur melihat sekilas pada wanita bernama intan putri nirwana itu,
"kamu guntur kan, ya ampun kenapa kamu tak mengenal ku, intan mulai meneteskan air matanya...
" tunggu nama mu siapa, bagaimana kalau kamu namaku, guntur masih belom percaya pada intan sepenuhnya,
"coba lihat ini foto saat kita bersama dulu waktu kecil,
" ternyata kamu intan, duh maaf ya tan, guntur memeluk intan dengan penuh kehangatan, intan aku merindukan mu intan, maaf kalau aku lupa,..
"iya, ga apa apa, guntur, oh ya ini waktu kerja hm kenapa kamu ga masuk kerja,
" aku sudah meminta waktu pada bos saya, Tiba-tiba hanpone guntur berdering disana ada nama Bimo,
"halo pak bimo, ada apa pak?
" ga usah lama lama, cepat kembali, ni ada tugas mendesak,
"ok baik saya segera kesana, guntur mematikan telpon nya.
" intan, sebaiknya kamu cuti dulu, biar saya yang ambilkan cutimu, dan aku udah pesan taksi online untuk mu,
"makasih ya, g*n, kamu masih sama seperti yang kukenal, hm sekali lagi makasih ya g*n,
" kamu ga usah kaya gitu, kita sudah saling lama kenal, kalau gitu mari ku antar, guntur membimbing intan keluar, dan membuka pintu setelah intan pergi guntur kembali kekantor