eca kaget melihat Bimo dengan nadira lagi asik makan malam bersama. hati eca tiba-tiba terasa tertusuk sembilu yang mampu membuat jiwanya ikut terguncang. guntur menutup mata eca, dan membawa pergi ke tempat lain. eca hanya bisa menangis tampa berkata apa apa hanya suara tangis yang terdengar.
"sepertinya kamu harus sabar dengan apa yang kamu lihat. guntur mencoba menenangkan eca yang dari tadi terus meratapi nasibnya. sebenarnya eca sudah lama menyukai Bimo, bahkan eca pernah berjanji untuk menikah dengan Bimo bila udah dewasa nanti tapi kenyataan Bimo mencintai orang lain.
" pak, g*n, terimakasih sudah menemani kesedihan ku ini tapi ini benar benar sangat menyiksaku pak, ica masih terisak sehingga air dari hidungnya ikut keluar,
"terus lah menangis jika itu membuat mu bisa melepaskan rasa sakit mu, guntur memandang eca dengan rasa iba, walaupun dia sangat mencintai eca tapi guntur mencoba untuk mengalahkan hatinya agar tak ambil kesempatan.
'" maaf ya pak, tak jadi makan malam nya, gara-gara aku hanya sibuk menangis, eca mulai meredakan tangis nya. sambil membersihkan air matanya.
"jangan pakai tangan jorok, ini pakai sapu tangan ku, guntur menyodorkan saputanganya.
" makasih, pak, eca langsung membersihkan mukanya dengan saputangan yang diberikan guntur, setelah bersih eca bingung untuk bilang pada guntur karena saputangan itu sudah kotor karena membersihkan ingus dan air matanya.
"kamu tak usah pikirkan itu buang saja, guntur meminta eca untuk membuang saputangan yang sudah jorok itu.
" tidak boleh pak, saya janji akan bersihkan dan kembalikan pada bapak.
"ck, kalau kamu suka simpan saja, ga usah kamu ambil pusing, jawab guntur sambil menarik tangan eca. eca cuma pasrah guntur menarik nya, ternyata guntur membawa eca makan diwarung pinggir jalan,
" kamu lapar kan, sekarang kamu pesan nanti keburu larut malam, guntur tau eca sudah hampir pucat gara-gara telat makan tapi eca malah menghabisi waktu nya untuk menangis.
"aku pesan, mie instan rebus dan cumi goreng, gimana kalau bapak mau pesan apa?
" aku samain saja, aku mah udah laper dari tadi, guntur tersenyum sinis
"emang nya bapak dari tadi kelaparan ya, ejek eca sambil menahan senyum nya.
" kalau mau ketawa, ketawa saja jangan ditahan, jelek tau,,
"emang jelek dari dulu, ko pak em bapak nya yang ga tau,, eca mulai terbiasa dengan guntur sehingga bebas berkata apa saja.
'"itu pesanan mu datang, guntur menunjuk seorang pelayan yang sedang antar makanan..
" silakan menikmati hidangan, mba mas, pelayan itu pun kembali kedapur setelah mengantarkan hidangan nya.
"hm, enak banget pak, kapan kapan kita makan lagi disini ya pak, eca terbawa suasana seakan akan kenal guntur sudah lama,
" em, aku sih ga tau kapan bisa makan disini lagi, guntur melanjutkan melahap mie instan nya.
"emang nya, bapak malu ya makan sama saya pak, jawab eca polos,
" eca kalau kamu ngomong kebablasan kaya gini kamu terlihat cantik juga, guntur menahan tawanya.
wajah eca memerah, seketika hanya menunduk malu dapat pujian dari guntur, eca baru merasakan kali ini merasakan baper nya sama cowok.
"seperti nya sudah jam 11 malam, kamu mau ku antar pulang, guntur melihat jam tangan sudah menunjukan angka jam 11 malam,
" em, aku mungkin butuh hiburan pak, aku belom bisa.. eca menghentikan kata katanya.
"aku mengerti, gimana kalau kamu ikut ke apartemen saya disana ada ruangan karoke kamu bisa hibur diri, dan kamu jangan kawatir kamarku ada dua,
" em, sebenarnya sih aku ragu pak, tapi karena bapak bilang tadi aku berpikir ga masalah,
"ayo kita berangkat, guntur membuka pintu mobil, keduanya sudah siap untuk berangkat menuju apartemen guntur yang cukup jauh, hanya 30 menit mobil sudah terparkir di lobi. guntur bergegas membuka pintu, eca pun keluar dengan gugup,
" ga usah banyak pikiran, aku orang nya ga bakal macam macam ko, ini pertama kali aku bawa seorang cewek kesini,
"em, apa bapak tak pernah pacaran ya, eca mencoba menggoda guntur,
" ya begitulah, oh ya lift sudah terbuka ayo masuk, guntur tampa sadar menggandeng tangan eca, eca pun merasa canggung, guntur melihat eca gelisah tangan nya dipegang tanpa sadar dan melepaskan,
sesampainya di ruangan apartemen. guntur meminta eca mandi dikamar sebelah, sementara guntur dikamar nya juga ada kamar mandi, ruangan apartemen guntur sangat luas ada ruangan gym, karoke dan ruangan baca tempat guntur menghabiskan waktu segang ketika bosan, selesai mandi eca mengetuk pintu kamar guntur,
"em, pak temani aku nyanyi pak boleh, eca memegang kedua tangan nya sambil menunduk,
" silakan kamu duluan aku mau ganti baju dulu, guntur meminta eca keruangan karoke dan menutup pintu, guntur memilih baju kaosnya yang terpajang begitu banyak di lemari nya.
selesai berganti pakaian guntur menuju ruangan karoke disana eca lagi asik menyanyikan lagu kesukaan nya, eca hanya larut dalam nyayian sehingga guntur tertidur saat eca menyanyi lagu favorite nya, eca pun berhenti bernyanyi saat melihat guntur ketiduran eca mengabil selimut dan menyelimuti guntur, saat eca hendak pergi tangan eca ditarik
"jangan pergi kumohon, guntur lagi bermimpi menarik tangan seorang gadis dalam mimpinya, sehingga tak tau kalau dia benar benar nyata menarik tangan seorang gadis yaitu eca, eca cuma pasrah saat guntur tidur di dekat nya. sehingga keduanya ketiduran sampai pagi