Lena terjaga dari tidurnya setelah dirinya dihantui mimpi mengerikan tentang Erwin. Ia bangkit dari ranjang yang sedang ditempatinya malam itu lalu melangkah menuju kamar mandi. Tidak ada Aldo di sana. Ia pun keluar dari dalam kamar tidur itu dan mendapati Aldi yang masih berusaha menyelesaikan tugasnya. Aldi menoleh ke arah pintu kamar tidur Aldo yang terbuka. Ia pun ternganga saat kembali melihat Lena yang sangat cantik. Gadis itu memiliki kulit putih mulus, kaki yang jenjang, dan berat tubuh ideal. Ia tidak menyangka abangnya sangat pintar dalam memilih wanita. “B-bentar ya, Kak. Aku panggilin dulu bang Aldo-nya,” ujar Aldi. Lena pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Aldi pun menggeram kesal. Lebih baik Lena tidak usah tersenyum karena gadis itu semakin tampak cantik. “Bang,” pa

