Sejak Andrew memberikan kabar mengenai kehamilan Kirana, Giandra sering kedapatan melamun di pinggir kolam renang rumah milik Gunawan di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Ia sadar Kirana tidak bersalah, tetapi rasanya sangat berat menerima kehadiran anak dari orang yang telah menghancurkan rumah tangga Galih dan Azalea, menantu bungsu kesayangannya. Dan kini ia harus dihadapkan kenyataan bahwa Kirana akan memberikannya cicit. Seharusnya ia senang, tetapi kenyatannya tidak. Ia masih belum bisa memaafkan Kinanti. “Pak Gian, ada pak Andrew datang mau menemui Bapak,” ujar asisten rumah tangga. “Oh, iya. Terima kasih, ya. Tolong buatkan minum,” balas Giandra. “Baik, Pak.” Dengan dibantu dengan tongkat alat bantu jalan lansia, Giandra melangkah menuju ruang tamu. “Giandra, apa kabar, sobat?

