Akhirnya Missha bisa kembali ke Apartemennya hari ini. Oh kebahagiaan yang hakiki bisa berbaring di kamarku lagi, Batin Missha. Jelas ia rindu dengan kamarnya yang penuh dengan wewangian seperti biasa yaitu wangi bunga lily. Missha memeluk gulingnya dengan erat, ia senang sekali. Bahkan selama perjalanan jauh dari Roma ke London dengan pesawat pribadi Al yang berlogo Hamilton itu menjadi perjalanan yang menyenangkan. Tidak seperti sebelumnya yang menjengkelkan. Sungguh ia sangat suka dengan situasi sekarang ini. Ia membalikkan dirinya ke arah jendela. Lalu tersenyum lagi. Apakah benar aku menyukai mu Al? Atau.. Namun pernyataan itu tetap masih menjadi keraguan bagi Missha. Ia tidak peduli apakah gumamannya itu terdengar atau kah tidak bagi Al. Tapi yang jelas ia masih ragu de

