Yuna buat ulah

831 Kata
assalam mualaikum, sapanya saat tiba di dapur kantor,, waalaikum salam wr.wb, jawab serentak ibu ibu dapur, termasuk umi Fatimah,, umi,, ehh Yuna datang kapan, tanyanya umi fatimah baru aja umi, timpal yuna ya walau datang terpaksa di tarik kaya kerbau, celoteh Aisyah di belakang, ihhh apaan si, nyerempet aja kaya bajay, keluh Yuna peda Aisyah, udah udah, ayo Aisyah bantu umi, Yuna anterin kopi aja buat tamu di aula, kan Yuna cantik bajunya bagus, jadi ga usah di dapur, anggap aja Yuna jadi peramugari maskapai, tintah umi kepada kedua anak perempuannya,,, mana ada umi peramugari modelan Yuna, yang ada juga persis pelayan warteg, jawab Aisyah ngeledek sang adik,, ngomong lagi gue sumpel ni mulut pake terong, timpal Yuna yang kesel,, sini mi Yuna yang bawa tu kopi, dari pada terus berdiam di sini lama lama, darting, cerocos nya,, Aisyah sama umi Fatimah hanya terkekeh, sementara para ibu ibu, hanya tersenyum sambil menggeleng, Yuna pun keluar dari dapur sambil membawa nampan ber isi kopi para tamu,, sambil bibirnya ber senandung,, lagu yang di nyanyikan Yuna,, surga yang engkau janjikan, neraka yang kau berikan manis yang aku hayal kan pahit yang aku rasakan,,, kira kira begitu lah lagu yang di nyanyikan oleh Yuna, sesampai depan aula,, Yuna berteriak,, assalam mualaikum,, permisi, sampurasun, rampes, punten, mangga, kisanat ada orakah di dalam, tidak ada,, ya sudah saya balik ya, lumayan kopinya nanti aku kasih ke mang ojek di pangkalan depan,, bertanya sendiri, di jawab sendiri oleh Yuna,, maksud Yuna biar gak gugup, kalu emang di dalam tamu Abah nya, pasti tamu nya laki laki semua, gumam Yuna pelan,,,, ceklekk,, pintu pun terbuka dari dalam, menampilkan peria tampan, yang gagah,, ustadz Sam kakak tertua Yuna,, Yuna tersenyum memamerkan deretan giginya yang gingsul, waalaikum salam wr.wb adik Abang yang paling berisik, timpalnya sambil tanganya mencubit pan kedua pipi Yuna,, ni kopi nya bang buat tamu,, Yuna memberi tahu alasannya datang ke aula,,.. masuk Yuna, kasiin kopi nya ketamu, Abang mau ambil berkas dulu di ruangan Abang, tintah Sam kepada sang adik, oke bang Sam yang ganteng,, Sam mempunyai sifat yang kelem dan lembut, penyayang, kepada keluarganya, makanya Yuna sopan kalu ngomong sama sam, beda bicara sama Salman, dan Aisyah, Yuna bakal nyablak, tanpa di saring,,, ahirnya Yuna masuk ke dalam,,, assalam mualaikum,, ucapnya pas sudah di dalam aula,, waalaikum salam wr.wb, serentak menjawab salam Yuna,,, Yuna mengedarkan pandangan, tepat di meja paling pojok, suaminya lgi fokus dengan komputer nya,, Yuna meletakan kopinya, dari satu meja ke meja yang lain,, tepat barisan meja yang dimana Fadil berada, kopinya ke habisan,, niat Yuna berbalik untuk ngambil kopi lagi ke dapur,, seorang ustadzah datang membawa nampan berisi kopi,, tapi Yuna malah jengkel melihat ustadzah yang satu ini,, karna Yuna pernah lihat ni cewek pas di halaman depan,, yang berdiri tak jauh dari suaminya,,, Yuna pun melewati ustadzah Fadilah,,, gus Fadil ini kopinya, sambil meletakan kopi di atas meja Fadil,,. Yuna yang baru mau keluar pun terhenti sejenak dan menoleh ke sudut meja, mendengar ustadzah Fadilah memberikan kopi kepada fadil,, Yuna pun membuang muka dan berlalu keluar,,, ganjen bener tu sundel,, padahal dia tau ustadzah,, ngerayu cowok yang udah punya istri, dasar Mak Erot,, dumel nya sepanjang jalan,, Yuna masuk ke dapur dan menaruh nampan nya, dan pergi berlalu keluar,, dan memutuskan pergi dari pondok, dan melanjutkan rencana awalnya, ketemu sama temen temen nya,, dari pada disini bikin darah saya mendidih kaya kawah gunung Semeru, mending nongki sama temen, gumamnya sambil keluar melewati gerbang pondok, sampai di pinggir jalan, tanganya menyetop taksi, dan ahirnya Yuna pergi naik taksi, sesampainya di cafe biasa Yuna sama temenya nongkrong bareng,, setelah masuk ke dalam, mata Yuna mengedarkan pandanganya mencari 3 sahabatnya, kok gak ada pada kemana mereka,,, saya emang salah, telat satu jam, ini semua gara gara kak Aisyah,, Yuna pun duduk di cafe sendirian,, sambil memesan beberapa makanan untuk dirinya, dan asik main game cacing,, sudah kebiasaanya kalu jenuh atu kesel Yuna melampiaskannya sama cacing,, berapa saat kemudian ada sesosok peria yang tiba tiba duduk di depannya, Yuna pun mendongak ke depan,,, ingin mencari tau siapa yang duduk di depannya tanpa permisi, padahal masi banyak meja kosong,, siapa kamu, emang gak ada meja lain apa, kan banyak meja kosong, celoteh nya ketus,, widihh,,, Yuna ketus banget si, masa gak kenal sama temen SMP mu dulu,, timpalnya,, Yuna pun menatapnya dan mengingat siapa yang duduk di depan nya,, pria itu mengulurkan tangan nya, mengajak Yuna berjabat tangan,, kita ulangi lagi deh kenalanya,, timpal pria itu,, saya Yudi,,, Masi inget Yuna sama saya, Yuna pun membelalakkan matanya, dan reflex memukul pundak Yudi,, ya ampun kamu Yudi, mantan cinta monyet,, timpal Yuna,, alhamdulilah ternyata may lov gak lupa sama gue,, gimana kabar mu ayy,, ya seperti yang kamu lihat,, kelihatanya kamu itu tambah cantik,, udah lama pake jilbabnya ayy,, lumayan si, emang kenapa,, saya tau tipikal cewek modelan Lo ma, mana mau yang ber jilbab,, gue kan udah bukan tipe lu Yud,, celoteh Yuna,, gak juga,, Yudi menimpali,, bersambung,,, tunggu kelanjutannya,, komen ya,, biar outur semangat,,??
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN