pukul 4 subuh,
tarhim berkumandang di masjid membangun kan hamba Allah untuk solat subuh,
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞
Ash-sholatu was-salamu ‘alayk
Ya imamal mujahidîn,,,
***
Fadil pun menggeliat, tangan nya meraba kasur di samping nya, dingin tak ada gadis di samping nya, meregangkan tanganya dan kakinya, tapi bagian kaki dan perut nya terasa berat,
Fadil pun berdoa bangun tidur,,
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.
amin,,
lalu melihat kebawah dan alangkah terkejutnya, melihat pemandangan yang sangat indah dari apa pun,, sebuah hutan belantara, tapi hutan itu tidak di penuhi tumbuhan atau pun rumput serta ilalang,,
astagfirullah halazim, sahut nya melihat posisi tidur Yuna,,
kaki fadil di peluk bagaikan guling, dan kepala Yuna ada di bawah kaki fadil, dan kaki Yuna melingkar di pinggang Fadil, sehingga terpangpang paha mulus Yuna, lembah kenikmatan terlihat jelas di bawahnya,,, seketika itu si Joni langsung menegang melihatnya,,,
Fadil mencoba menyingkirkan kaki Yuna, biar benda yang membuat si Joni bangun ini tertutup sempurna,,
ya ampun,, iman saya bisa kuat, tapi si Imin yang gak kuat, kalu setiap pagi di suguhkan pemandangan yang membuat sahwat saya tergoyah,, gumam Fadil, seraya menutup tubuh Yuna yang hanya mengenakan sarung saja,, dan berlalu ke kamar mandi, untuk mengguyur otak nya yang panas, dan meniduri si Joni,,
Yuna yang mendengar pintu kamar mandi tertutup, mengerjapkan mata nya, dan perlahan membuka matanya, matanya mengedarkan sekeliling, dan matanya tertuju ke bantal, lalu merangkak menuju bantal, lalu berbaring lagi, dan menutup tubuhnya dengan selimut, dan kembali terlelap...
berapa saat kemudian, Fadil keluar dari kamar mandi, karna menenangkan si Joni memakan waktu yang lumayan lama,,
lalu mengenakan baju kokoh, sarung, peci dan sorban, bersiap berangkat ke mesjid, untuk solat subuh di masjid,,
Fadil mendekati ranjang, yang melihat Yuna berubah posisi tidur nya,, menggelengkan kepala sambil tersenyum,,
tidur ko bisa kaya reog bigitu si sayang,,
yank panggilnya kepada Yuna, sambil mengusap puncak kepala Yuna,
nanti solat subuh ya sayang, saya beri waktu 10 menit, nanti mandi langsung solat subuh ya,,
iya iya,,, bawel, jawab yuna
ya udah saya pergi ke mesjid ya sayang,,
iya sana pergi,, ujar Yuna,
asalam mualaikum,, istriku
kemudian ke bagasi mobil, mengambil koper Yuna,,
setelah menaruh koper ke kamar, dan berlalu pergi ke masjid,
pukul setengah enam, Fadil datang dari masjid,,
cklekk,,
Fadil yang masuk ke kamar, mengeriyit kan dahinya,, melihat Yuna Masi terlelap di kasur nya,,
Yuna,, bangun,, ujarnya,,
Yunaaaa, cepet bangun, bentar lagi waktu solat subuh mau habis,,
tangan nya sambil menggoyangkan bahu Yuna, lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuh Yuna,,
hemmm, nanti bahh,, 10 menit lagi, gumamnya
gak ada, gak ada sepulu menitan, sekarang bangun,,
iya nanti omm,,
ya udah tinggal pilih mau bangun apa tidur bareng, ujar Fadil,,
Yuna Masi tak bergeming, Masi memejam kan matanya rapat rapat,,
Fadil merangkak, menindih tubuh Yuna,, dan melumat bibir Yuna,,
haaapppp,, dan menggit bibir bawah Yuna,
bersambung,
maaf ya untuk sekarang segini dulu ya, nanti kita lanjut besok,,