pindah rumah 2

798 Kata
pukul 8 malam tiba di pondok pesantren milik kiyai abdulahh,,, mobil yang di kendarai Gus Fadil pun berhenti di depan gerbang pondok, karna kiyai abdulah yang memintanya berhenti di depan gerbang,, kiyai abdulah, umi Fatimah dan ustadz Salman pun turun dari mobil, nak' Fadil langsung pulang saja biar istirahat lebih awal, ujar kiyai abdulah,, ya bah, jawab fadil asalam mualaikum, sahut mereka serempak. waalaikum salam, Fadil menyahuti,, Yuna yang lupa, reflek ikutan turun bersama Abah nya,,, ehhh,, Yuna mau kemana ko ikut turun,, ujar kiyai abdulah,,, Yuna mengerjapkan matanya,, kemudian teringat perintah abahnya ketika di warung baso,,, he,, he,, he,, Yuna menimpuk keningnya sendiri.. Yuna lupa bah,, lalu duduk lagi di belakang kemudi,, kemudian pintu mobil tertutup, mobil pun melaju membelah jalan,, tak ada percakapan di antara keduanya, yang ada rasa canggung,, dan sibuk dengan pikirannya masing masing,,, Yuna memilih fokus memperhatikan jalanan.. mobil pun berbelok masuk ke g**g perumahan,, dan tak berselang lama, mobil pun berhenti di depan gerbang,, kemudian Fadil turun dari mobil,, dan membuka gerbangnya,, dan masuk kembali ke dalam mobil, dan membawa mobil masuk kedalam,, Yuna matanya mengedarkan ke sekeliling, melihat halaman rumah yang lumayan bersih dan lumayan luas, mata Yuna fokus melihat di depan nya, rumah minimalis, halaman yang lumayan luas, bersih tertata rapi,, mau tidur di mobil apa turun,, Fadil bersuara, karna melihat Yuna terbengong,, Yuna tersentak kaget dari lamunannya, ehh,,, i, iya Gus, jawab nya tergagap,, kemudian turun menyusul suaminya yang lebih dulu turun,, Fadil pun membuka pintu rumahnya, dan berlalu masuk,, ckk,, kenapa si ni orang, tiba tiba baik, tiba tiba ketus,, apa jin yang masuk di dalamnya bermacam macam karektir kali ya,, gumam nya dalam hati,, mau sampai kapan berdiri di pintu, ucapnya lagi,, yang melihat Yuna tak bergeming,, iya Gus,, Yuna pun masuk ke dalam dan mengedarkan pandangan nya ke sekeliling rumah yang baru ia datangi,, di rumah itu ada ruang tamu, ruang tv, tiga kamar,, dapur juga meja makan,, di halaman belakang ada kolam renang juga ada dua buah kursi di halaman belakang tersebut,, Yuna menatap tiga pintu kamar di depan nya, ketiga kamar itu pintunya semua tertutup,, hemmm,, Gus kamar Yuna yang mana, tanyanya tuh,, jawabnya, sambil menunjuk sala satu pintu di depan nya,, Yuna pun berjalan mendekati pintu yang di tunjuk suaminya,, lalu membuka pintu kamar tersebut,, saat terbuka Yuna pun melihat di dalam nya ada kamar mandi, kasur besar, lemari juga meja rias ada sofa sama tv yang menempel di tembok,, ini kamar Yuna Gus, tanyanya lagi, sambil tersenyum, karna kamarnya sangat cocok buat nya,, bukan kamar mu saja, tapi kamar kita,, jawab nya datar,, dan berlalu masuk ke dalam kamar,, tapi Gus aku gak mau tidur satu kamar sama Gus,, sebelum Fadil menjawab, Yuna pun sudah berlalu meninggal kan Fadil, mencari kamar lagi,, lalu membuka satu persatu kamar yang lain,, dan ternyata satu ruangan tertutup adalah ruangan berupa kantor atau ruang kerja suaminya, lalu membuka pintu satunya, ternyata rak buku buku islami, seperti perpustakaan mini, di dalamnya ada satu sofa serta meja,, Yuna pun berbalik melangkah dengan gontai,, menghampiri Fadil kekamar yang tadi,, udah ketemu belum kamarnya, tanya Fadil, saat Yuna sudah kembali di hadapannya,, Yuna pun menggeleng, jadi Yuna tidur di sini Gus, tanyanya dengan raut wajah lesu,, iya emang kamu mau tidur dimana lagi, cuma ini kamar kita,,, lagian suami istri itu gak boleh tidur terpisah, jawab Fadil sekenanya, dan berlalu masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri,, ISS,, gak asik,,, desis nya,, Yuna pun duduk di tepi ranjang sambil termenung,, pasalnya ia belum siap sebagai istri, apa lagi menyerahkan dirinya, pada suaminya yang sama sekali gak ia kenal,,, auotur jelasin di sini,,, Yuna gak inget Gus Fadil,, karna pas Fadil ketemu Yuna, Yuna Masi kecil,, kembali ke cerita,, selang beberapa saat,, cklekk,, Fadil keluar dari kamar mandi,, rambutnya yang basah, dan hanya handuk yang menutup badanya yang sispeek, seperti roti sobek,, perut kotak kotak, terbuka bebas,, Yuna yang mendengar pintu terbuka pun menoleh ke arah sumber suara,, ahhhhkkkk,,,, jeritnya sambil menutup mukanya, karna malu,, baru kali ini melihat lawan jenis t*******g d**a,, Gus bisa gak pake bajunya di kamar mandi.. emang kenapa,, jawabnya santai, aurat tau Gus,,, aurat laki laki itu sebatas yang saya tutupi, tapi kan malu Gus disini ada saya,, malu kenapa disini gak ada orang,, Yuna melotot tak percaya ucapan peria dewasa yang ada di depannya,, lah saya orang Gus,,, di kira pantung Pancoran apa,, timpal nya dengan nada ketus, menahan malu,, kamu bukan orang lain Yuna,, kamu itu istri saya,, boleh melihat tubuh saya dari atas kepala sampai ujung kaki, ujarnya jangan kan melihat tubuh saya, pegang juga boleh, sambil mengedipkan mata genit,, Yuna yang melihat tingkah suaminya itu sontak menggeleng tak percaya,, kayanya lagi kemasukan jin genit,, gumam nya dalam hati, sambil begidig ngeri,, serem kalu Gus lagi mode begini gumamnya lagi... bersambung,, tunggu selanjutnya..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN