I’m (Not) A Villain | 23

1084 Kata

*** Tak segan Rafas meminta Aura membelikannya makanan ini dan itu. Aura tidak mengeluh. Meski begitu, wajah juteknya ia tunjukan pada Rafas. Hanya saja, Rafas sudah terbiasa. Ia tidak peduli pada wajah cemberut dan tak bersahabat yang Aura tunjukkan. “Kau tidak ingin makan?” tanya Rafas basa-basi pada Aura. “Kue ini lezat sekali,” katanya lagi. Namun, Aura sama sekali tidak tertarik. Ia sudah merasa kenyang hanya karena melihat Rafas melahap kue-kue yang pria itu beli. Aura benar-benar tidak mengerti sebesar apa napsu makan Rafas hingga tak ingin berhenti. “Dasar perut karet!” gerutunya sembari menggelengkan kepala saat melihat Rafas mengambil dua hingga tiga kue sekaligus. Rafas terkekeh mendengar itu. Kunyahannya tidak berhenti meski mulutnya tampak penuh. “Ini sungguh lezat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN