Bab 38

716 Kata

Minhee melangkah masuk kedalam rumah. Niat hatinya bertemu dengan Jihan, yang mungkin saja sedang menanti kedatangannya saat ini. Tidak bisa dipungkiri, Minhee memang merindukan Jihan. Dia tidak punya keluarga selain, Jihan yang selalu menemaninya. Ketika dirinya sudah berada dibelakang Jihan. Minhee tersenyum, melingkarkan tangannya disekitaran mata Jihan, menutup mata perempuan itu dengan hati-hati. Jihan reflek terkejut dan berusaha menjauh dari Minhee. "Astaga, kamu ngagetin aja sih." Ujarnya kesal. Minhee terkekeh, "Apa yang kamu lakukan didapur? Bukannya kalau makam tinggal delivery aja?" Jihan menatap Minhee tanpa ekspresi. Foto USG yang ia temukan masih berada didalam kantong dasternya. Masih mencari waktu yang tepat untuk bertanya pada Minhee, apa yang sebenarnya terjadi pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN