Pagi-pagi sekali, sebelum matahari terbit dan menembus jendela rumahku, aku menyiapkan sarapan. Kali ini aku memasak sup ayam ditambah dengan kacang merah. Ini adalah menu favorit Jo beberapa hari ini. Kalau aku masak menu itu, pasti nafsu makannya bertambah. Aku mencicipi kuahnya dan terasa pas. Tinggal menunggu kacang merahnya lunak baru setelah itu aku pindahkan ke dalam mangkuk. Setelah itu aku mencari seseorang yang akan sarapan bersamaku. "Jonathan! Jo!" Aku berteriak memanggil namanya. Seisi rumah dipenuhi oleh suaraku. Kakiku berjalan menuju kamar, namun dia tak ada. Aku ke ruang kerja dan tempat baca, namun tak ada. Aku ke kamar tamu, dia tak ada juga. Segala penjuru rumah ini sudah aku datangi, namun batang hidungnya tetap tak terlihat. "Jonathan!" Aku mengeraskan suara l

