Aku masih setia mengikuti kemana kaki Jo melangkah, tentunya dengan tangan yang masih berada di genggaman Jo. Dia mengajakku berkenalan dengan rekan dokternya di rumah sakit tempat ia bertugas. Contohnya seperti sekarang ini, dia mengenalkanku dengan dokter Hadi. Dokter yang waktu itu dibicarakan oleh Jo dan juga Chacha saat di rumah. Dokter Hadi merupakan dokter kandungan senior. "Parah kamu Jo cuti nikah nggak bilang-bilang," ujar dokter Hadi pada Jo. "Jadinya pasienku bertambah banyak kan." "Padahal pasiennya maunya sama aku, Ni," bisik Jo padaku. Aku menyenggol lengannya takut kalau dokter Hadi mendengarnya. "Nanti didengar sama dokter Hadi nggak enak, Jo." "Tenang aja Ni, pendengarannya udah kurang. Enam bulan lagi dia pensiun." Aku terkekeh. Kualat baru tahu rasa si Jo itu. "

