"Kamu lagi apa?" "Astagfirullah, Jo kamu ngagetin aja, sih." Jo itu paling senang sekali datang tiba-tiba dan membuat aku jantungan. "Kamunya aja Ni yang terlalu serius. Aku udah ketuk pintu tadi," ucapnya. Dia baru pulang dari masjid setelah salat subuh berjamaah. "Lagi buat apa sih?" "Pisang goreng." Jo berdiri di sampingku. Mataku meliriknya yang sedang memerhatikanku mengaduk terigu di baskom. Sesekali ia juga membantu mengupas pisang dan memotongnya seperti apa yang aku contohkan. "Ni," panggilnya. Aku menoleh ke arah kiri, kemudian pipiku menabrak jarinya yang terdapat tepung. "Hahaha cantik banget sih istri aku ini," ledeknya. Mana mungkin dia memujiku cantik. Sedang berdandan saja dia tidak pernah memujiku, apalagi sekarang. "Ish Jo nyebelin!" Dia tertawa sampai bahuny

