"Tenanglah ... dia akan baik-baik saja," ucap Devan selembut mungkin. Devan merangkul Alena, memberikannya kehangatan dan kekuatan untuk menghadapi semua ini. Alena menghela napas panjang, dia sangat lelah sekarang, lelah fisik dan pikiran. Beban yang dia bawa terasa bertumpuk banyak di bahunya. Alena melirik ke arah Hana yang sudah terlelap di sofa sana, terlihat wajah damai yang memucat dari putrinya, kemudian tatapan Alena beralih pada ponselnya, tak ada satupun balasan dari Andre padahal Alena sudah mengiriminya banyak pesan waktu dia di rumah sakit Bali. "Apa dia menginap di rumah Sintia?" gumam Alena sendiri. "Siapa?" tanya Devan yang mendengar gumaman Alena. "Ah ... tidak" "Andre memang dari dulu seperti itu, jika kau perlu bantuan panggil saja aku, kapan dan di mana pun aku

