Bab 39. Di Mana?

1119 Kata

Alena menggenggam kedua tangannya, dia melirik sekilas jam di layar ponselnya, sudah lewat tengah malam. Pikiran buruk memenuhi kepalanya, Alena terus berpikiran negatif tentang apa yang akan terjadi dengan anak-anak ke depannya. Devan melirik ke arah Alena yang terlihat gusar sembari memilin jarinya, sebentar kemudian Devan meraih tangan Alena, menggenggamnya menyalurkan kehangatan seakan dia berkata semuanya akan baik-baik saja. "Tenanglah ... yang penting sekarang kita sudah berada di Jakarta." Sembari mengucapkan itu Devan masih terus menggenggam tangan Alena dan satu tangannya fokus mengemudikan mobil. "Terima kasih Mas ..." Alena membalas genggaman tangan Devan. Genggaman tangan Devan terasa begitu hangat membuat Alena nyaman dan lebih tenang. Melihat Alena sudah jauh lebih tena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN