Devan mondar-mandir di depan pintu ruangan serba putih itu, pikirannya gusar tak karuan, jantungnya berdegup keras karena kepanikan. Setelah keluar dari acara pesta pantai itu Alena pingsan lagi, Devan sangat mengkhawatirkan keadaan Alena sekarang, pasalnya Devan sudah melihat berkali-kali Alena pingsan di depannya. Karena keadaan Alena seperti ini juga membuat Devan semakin kesal pada Andre, dia merasa Andre bukan suami yang baik sampai istrinya harus merasakan pingsan berkali-kali seperti ini. Pintu ruangan yang ditunggu terbuka, menampilkan dokter yang berpakaian serba putih. "Istri anda sudah siuman, anda sudah boleh masuk," ucap dokter itu. Tanpa bicara lagi Devan langsung masuk ke dalam ruangan yang terdapat Alena di sana, dengan tubuh pucat dan mata sayu Alena duduk di ranjang.

