Mata Alena memandang sekeliling mencari seseorang yang sudah agak lama pergi meninggalkannya. "Pak Devan kemana ya?" gumam Alena. Alena masih celingak-celinguk mencari sosok Devan yang katanya pergi hanya sebentar saja. "Halo ..." sapa seorang pria dari belakang Alena. Alena membalikan tubuhnya menatap siapa yang sedang bicara dengannya. Seorang pria dengan perawakan tampan rupawan, mata cerah, alis tebal, rahang tegas dan jambang tipis menambah kesan gagahnya. "Jadi kau sekretarisnya Devan ya?" tanyanya dengan senyum merekah. "Iya, ada apa ya? Jika mau bertemu pak Devan saya akan cari dulu," ujar Alena. "Ah tidak, aku hanya ingin berkenalan, ternyata Devan pintar memilih sekretaris ya," ujarnya. "Jika tidak keberatan maukah kau bergabung denganku selagi menunggu Devan kembali?" l

