Sakit rasanya, sangat sakit begitu mendengarnya langsung dari mulut orang yang di cintai. Ingin sekali dia memukuli setiap orang di jalanan untuk meredakan emosinya. Kata-kata Alena terus terngiang-ngiang di kepala Arga, Alena sendiri yang menyebutnya dengan sebutan suamiku di depan Arga, padahal sebelumnya mereka melakukan ciuman, tidakkah ada rasa sedikit untuk Arga yang tumbuh di hati Alena setelahnya? Setelah ciuman itu perasaan Arga pada Alena tambah membesar bahkan dia tidak bisa membendungnya sendiri, tapi itu tidak berlangsung lama kenyataan pahit harus dia terima dengan hanya satu kata dari Alena bisa menyakiti seluruh perasaan Arga. "Suamimu Len? Suamimu ya? Aku ingin di posisi itu Len, aku ingin! Aku sangat menginginkanmu!" Arga mengendarai mobilnya seperti orang kesetanan,

