Suasana di mobil hening, mereka sekarang seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Sudah beberapa kali Andre mengajak dan memulai pembicaraan tapi jawabannya sangat singkat, atau paling parah tidak di jawab. Tatapan anak-anaknya tidak seperti dulu lagi, sinar matanya menghilang di gantikan dengan sendu tersirat. "Hana, Fadil. Kita, 'kan mau main sama-sama kenapa kelihatan sedih?" tanya Andre berusaha membuka obrolan kembali. Tapi sayang putra-putrinya terlihat enggan untuk hanya sekedar menjawab, membuat Andre menghela napas kasar. Begitu sampai Andre langsung keluar, menunggu Alena di depan yang tak kunjung datang padahal sudah jam pulang. Andre mengirimi Alena banyak pesan tapi tak satupun pesannya di baca, Andre melakukan panggilan mungkin saja Alena lupa tentang anak-anakny

