Devan masih sibuk dengan ponselnya menelpon seseorang, sedangkan Alena sedang duduk di mejanya dengan santai karena kerjaannya selesai dengan cepat menunggu jam makan siang. Devan melirik Alena sesekali yang sedang duduk diam dengan ekspresi kosong, tanpa disadari oleh siapapun Devan tersenyum, baginya wajah Alena terlihat sangat menggemaskan ketika sedang tidak memikirkan apa-apa. "Lena ...," panggil Devan dengan lembut. Sedangkan yang di panggil hanya menoleh dengan wajah bertanya. "Nanti makan siang dengan saya di restaurant seberang," ucap Devan. "Kenapa tidak di kantin kantor saja?" tanya Alena dengan wajah bingung. "Makanan kantin kurang enak, kita makan di sana saja, saya yang traktir," ucap Devan lagi. "Dalam rangka apa Bapak mentraktir saya?" tanya Alena lagi. Devan tampak

