28

1275 Kata

“Papaa” sapa Aslan ketika keluar dari kamar dan melihat Papanya yang berkutat dengan laptopnya. “Kenapa kak?” tanya Xavier mengalihkan perhtiannya kepada Aslan yang berjalan kearahnya lalu duduk di sebelahnya. “Pulang yuk Pah” rayu Aslan dengan puppy eyes nya menatap Xavier. “Suddenly?” tanya Xavier heran. “Alkana tadi telfon, terus pamer masa katanya mereka mau party tahun baruan di rumah Eyang. Papa kan tau Aslan suka kumpul-kumpul bareng keluarga besar, apalagi yang punya keluarga cuman Mama kan Papa yatim piatu” ucap Aslan yang diakhiri dengan dark talking membuat Xavier yang inginnya diam mendengarkan dengan baik langsung menoyor kepala Aslan. Suka ngadi-ngadi emang anaknya ini kalau berbicara. “kan Aslan lagi jujur pah, nggak boleh tau main tangan ke anak” protes Aslan. “kalo a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN