29

1586 Kata

“Sejak kapan ngerokok?” tanya Xavier santai sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. “Cuman nyoba aja kok pah nggak yang setiap hari” ucap Aslan. Ini lebih menakutkan, Papanya yang terlihat santai dengan mata yang dingin ini lebih mengkhawatirkan jiwa dan raganya daripada Papanya yang irit bicara dan sok melucu. “Oh nyoba... berapa kali nyobanya?” tanya Xavier santai menatap Aslan dengan tangan yang dia lipat. “Enam kali Papa” jawab Aslan dengan nada pelan. “Enam kali itu di sebut nyoba ternyata, yaudah nggakpapa. gimana percobaannya? Rokok enak?” tanya Xavier yang dijawab gelengan kepala oleh Aslan. “Halah, nyoba enam kali kok bilang nggak enak. Harusnya sih enak, maaf Papa nggak pernah ngerokok jadi nggak tau rasanya enak apa nggak” ucap Xavier. Padahal mah bohong, dia per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN