Prameswari dan Damayanti berlari kecil di komplek rumahnya, sejak pagi setelah sholat subuh Prameswari sudah membangunkan Damayanti merengek mengajak nya joging di taman dekat perumahan mereka. Banyak anak anak remaja dan para keluarga yang joging dan berlari di sekitar taman terutama para pedagang kaki lima yang menjajahkan dagangan nya.
Mereka sedikit menggerakkan badan setelah keliling taman tiga kali putaran dan merenggangkan kaki, tangan dengan menggoyangkan kaki, tangan dan pinggul. Prameswari membuka tutup botol minum yang di bawah dari rumah setelah meminumnya lalu menyodorkan ke Damayanti dan diambil langsung di minum.
"gimana lumayan segarkan?, lagian susah banget kalau di ajak joging si..!!!" tanya Prameswari bersungut sungut.
"mager wa... Semalam kita balik jam 2 kan cuma tidur bentara doang... Wawa!!!" jawab Damayanti tersenyum dengan menyodorkan botol minuman yang telah ditutup rapat lagi.
"dasar untuk kebugaran diri aja males padahal ntar bisa bobo lagi yang penting udah gerakan badan dikit. Kamu mau Buryan ga atau ada bubur kacang hijau untuk sarapan dirumah ". Jawab Prameswari menggurutu juga menawari untuk membeli makanan untuk di bawa pulang Damayanti hanya nyengir melihat sahabatnya menggerutu juga menawari sarapan.
" beli aja bubur ayam 2, 1 kacang ijo. Aku tau kamu pasti pengen kacang hijau kan? " tanya Damayanti melihat binar bahagia saat Prameswari melihat bubur kacang hijau.
"tau aja aku lagi pengen kacang hijau.aku antri dulu ya..!!! Jawab Prameswari melangkah menuju penjual bubur ayam yang bersebelahan dengan penjual kacang hijau.
" pak bubur ayam 2 ya.... Tolong di pisah ya pak semua bubur dan toping nya pak" pesan Prameswari ke pak udin penjual bubur ayam.
" iya neng mau makan dirumah ya neng wawa?". Tanya pak udin penjual bubur ayam.
" iya pak, sama bisa pesankan bubur kacang ijo juga pak 1 aja!. Tumben ada yang jual kacang ijo pak?" tanya Prameswari heran.
"banyak yang tanya kacang ijo neng makanya ibu yang buka disebelah biar mudah ngawasi nya!". Jawab pak udin tersenyum.
Prameswari yang antri di bubur ayam masih fokus dengan pesanan nya tanpa memerhatikan kalau disebelah dirinya ada seorang pemuda, karena lelah berdiri dia bermaksud ingin duduk tanpa melihat hingga menabrak tubuh pemuda itu hingga dia oleng dan untung tubuhnya di tangkap pemuda itu jadi tidak sampai tersungkur
"maaf, saya tidak sengaja. Anda baik baik saja mbak!" tanya pemuda itu.
" ah iya maaf... Saya yang salah. Trimakasih bantuan nya" jawab Prameswari singkat melangkah menuju kursi yang telah tersedia dan duduk menunggu pesanan jadi.
Sedang si pemuda yang dari awal telah memperhatikan Prameswari dari masih bersama Damayanti hanya bisa bingung untuk mulai percakapan lagi.
"gila, cuek banget ni cewek. Gimana mau kenalan." monolognya dalam hati.
"bang udah jadi buryam nya belum?, bunda udah nunggu terlalu lama kasian!!! " tanya seorang gadis yang baru datang disebelah pemuda yang menolong Prameswari.
" bilang aja bunda suruh pulang duluan dik atau kamu pulang antar aja bunda dik, kasian bunda kalau terlalu capek ntar abng nyusul setelah buryam jadi!!! " ucap pemuda itu kepada adiknya.
"iya bang ntar adik aja bunda pulang aja!!!" jawab si adik.
Setelah pesanan Prameswari selesai semua di bungkus dan membayar, Prameswari melangkah menuju Damayanti, mengajaknya pulang. Merekapun melangkah beriringan kembali kerumah sambil bercanda. Sesampai di rumah merekapun masuk kerumah.
Prameswari langsung menuju ke dapur menyiapkan bubur ayam dan kacang ijo menaruh di mangkok dan menyajikan, Damayanti menuju ke kamar lalu masuk ke kamar mandi dengan membawa baju ganti. Setelah Damayanti selesai mandi mereka pun bergantian untuk mandi dan Damayanti menunggu Prameswari di meja makan.prameswari keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong dan celana pendek diatas lutut, rambut basah di biarkan tergerai sepinggang melangkah menuju ke meja makan di depan Damayanti. Merekapun mulai makan sarapan mereka hingga tandas dan masih ada 1 buryam yang belum disentuh mereka.
" masih muat gak yan?" tanya Prameswari tersenyum memainkan alisnya.
" hehehe join aja ya...!!!" jawab Damayanti nyengir.
" kebiasaan, minta dua ujungnya join" dumel Prameswari sambil menyendokkan buryam kemulutnya. Merekapun menghabiskan buryam yang tersisa 1 mangkok hingga tandas.
" aku gak kuat berdiri" ucap Prameswari sambil selonjorkan kaki setengah melonggarkan perutnya yang bengah terasa karena kekenyangan.
" hehehe aku juga, kita ada acara kemana ni wa?" tanya Damayanti.
" kayaknya kita perlu kebaya untuk wisuda deh yan!" jawab Prameswari.
"iya kita juga belum ada persiapan, yang penting kita siapkan dulu jadi gak susah lo nanti wisuda" jawab Damayanti mengusap perutnya juga terasa bengah karena kekenyangan.
Setelah menunggu 15 menit, Prameswari berdiri, mulai melangkah ke kamar mengambil handphone dan melangkah keluar kamar menuju keruang tamu berbalik ke ruang keluarga dan balik lagi kerang tamu hingga 5 kali bolak balik untuk mengurangi bengah di perut.
" kamu ngapain si wa?" tanya Damayanti.
" kurangi bengah diperut biar gak sesak" jawab Prameswari yang sudah tidak merasakan sesak di perut.
"emang bisa?" tanya Damayanti.
"bisa!!!, ni da gak bengah.. Da gak sesak lagi. Udah enak kan!" jawab Prameswari tersenyum lega.
Beberapa saat setelah Prameswari duduk, Damayanti melangkah mengikuti cara Prameswari untuk mengurangi sesak di perut setelah 5 kali putaran dan di rasa sudah tidak merasakan sesak Damayanti pun duduk disebelah Prameswari duduk diruang tengah.
" Cafe ada acara apa hari minggu?," tanya Prameswari yang jarang berada di Cafe hanya pulang kantor itupun jika tidak lebur.
" biasa, tapi anak anak buka agak siangan karena hari minggu lo pagi agak sepian jadi aku suruh anak anak buka sorean!" jawab Damayanti.
" kamu atur aja, emang sekarang lo hari minggu Kurang an, lagian kasian anak anak lo kita frosir kasih mereka waktu untuk jalan jalan atau bersantai" seloroh Prameswari kepada Damayanti karena merasa terlalu ketat saat Prameswari masih aktif di Cafe karena baru merintis.
"iya juga si.... Tapi Cafe alhamdulillah semakin rame jadi kita bisa ngasih anak anak banusan agak lumayan juga". Jawab Damayanti merasa bersyukur kerja keras mereka gak sia sia.
"syukurlah, alhamdulillah banget" jawab Prameswari yang sudah mulai merasakan kantuk.
"kamu ngantuk wa!!" tanya Damayanti melihat Prameswari menguap.
"iya, ni.... Semalam di Cafe bisa tidur di kamar malah gak bisa tidur, banyak yang harus aku pelajari di kantor yan, laporan dan jadwal meeting juga masih banyak lagi. Tapi aku berusaha untuk bisa menguasai yang di ajarkan kurang dari sebulan" jawab Prameswari menghela nafas panjang.