Jam 2 siang, Prameswari dan Damayanti telah siap pergi ke butik sesuai dengan rencana mereka tadi pagi usai jogging untuk mempersiapkan wisuda.
"kita ke butik mana wa?" tanya Damayanti mengcangklongkan tas selempangnya, mengambil kunci mobil di atas nakas ruang tengah lalu melangkah keluar yang di susul Prameswari membawa tas ransel dan memakai sepatu kets nya yang di padu jeans dan kaos juga jaket.
Mereka masuk mobil dan langsung keluar, setelah menutup pagar Prameswari masuk mobil dan mereka melaju membelah jalan yang sedikit lengang karena weekend mereka lebih bersama keluarga ke puncak atau tempat rekreasi lain nya. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mereka sampai di almira boutique, rekomendasi dari alex. Mereka mendatangi resepsionis
" selamat datang mbak, ada yang bisa saya bantu di almira boutique" tanya seorang bagian resepsion
" pagi mbak saya dapat rekomendasi dari pak alex vin group untuk datang ke butik ini karena kami perlu kebayak untuk wisuda. Saya di suruh menemui bunda almira". ungkap Prameswari.
"pak Alex asisten vin group mbak, dengan mbak siapa ya?". Tanya resepsionis.
" dengan Prameswari mbak * jawab Prameswari lembut. Lalu merekapun diantar ke atas ke depan sebuah pintu tertulis nama almira
***tok...tok...tok***
Setelah ada perintah masuk merekapun di masuk.
"maaf bu almira, ini mbak Prameswari disuruh pak Alex vin group untuk menemui bu almira langsung" jawab bagian resepsiion yang mengantar Prameswari.
" dengan wawa kan?, cantik dan masih muda " tanya bunda al mira lembut dan penuh sayang.
" iya bu saya Prameswari biasa di panggil wawa bu! dan ini yayan bu sahabat saya kami mencari kebaya untuk wisuda ". Jawab wawa tersenyum senang melihat ke ramahan almira.
" nak wawa, Alex sudah telpon bunda dan kebetulan suamimu vip kami dan dia minta bunda kasih yang terbaik untuk wawa. Ini ada 3 baju yang di pesan kusus untuk wawa coba yang ini cocok untuk acara wisuda" bu almira menunjukkan kebaya warna abu yang nampak elegan dengan payen di beberapa titik penghias bunga..
" sita, tolong bantu mbak yayan pilih kebayak yang terbaik dan cocok untuk mbak yayan!" perintah bu almira untuk menunjukkan pada yayan kebayak terbaik mereka. Sita pun menunjukkan semua koleksi kebayak terbaik yang mereka miliki dan yayan pun memilih kebayak yang di inginkan.
Didalam ruangan bu almira, wawa masih mencoba kebaya yang ternyata sangat pas di tubuhnya, dan juga tidak lupa bawahan jarit dari batik tulis,setelah puas menilai bu almirapun meminta pegawai yang lain untuk membungkus dan di masuk kan paperbag yang telah ada sepasang sepatu disana. Ketika Prameswari akan membayar tagihan kebayanya ternyata telah di bayar suaminya beserta dua kebaya yang lain.
Sedangkan di luar ruangan bu almira yayan mendapat diskon untuk membayar kebaya miliknya.
Sedang di sebuah rumah megah seseorang sedang duduk ruang kerja nya. Nontifikasi masuk atas nama mama
* mama *- dia cantik, mama gak akan marah dan ngambek atas pernikahan dadakan yang kamu lakukan. Jaga baik baik dia anak yang baik. Mama suka sama pilihan mu son.
* albert *- tapi dia belum mau pulang kerumah kami ma, anakmu masih kesepian.
* mama *- semua butuh proses, mama yakin semua pasti akan baik baik saja. Terus berjuang untuk pernikahan kalian. Jauhi ulat buluh seperti Helena. Dia nekat nak.
* Albert *- al tau ma. Makanya al da lama putus ama dia cuma dia aja yang gak tau malu terus datang kekantor ganggu al. Ya udah mama lanjut. Mkasih kiriman fotonya dia cantik dengan memakai kebaya itu. ❤️
* mama *- love you too ❤️❤️.
Setelah menutup Nontifikasi dari mama. Albert membuka aplikasi hijau dan mulai mengetik
* al *- kamu cantik, semua kebutuhan wisuda sudah aku bayar jangan khawatir gunakan atm mu tiap bulan uang belanja selalu ku kirim. Pulang kerumah sudah waktunya kamu tinggal di rumah kalau tidak siap tinggal 1 kamar dirumah banyak kamar jangan kuatir your husband.
Prameswari yang memegang hp bingung dapat chat dari nomer tak di kenal, setelah membaca Prameswari hanya menyimpan nomer dengan nama husband tanpa membalas chat dari Albert.
Kembali dalam butik setelah membaca chat dari husband dan memasukkan jo di tas Prameswari pun berpamitan pada bunda almira dan mengajak Damayanti untuk pulang karena Cafe sebentar lagi buka. Mereka berdua pun meluncur membelah jalan yang sedikit lengang kusus di hari minggu.
"wah tumben lengkap mentang mentang hari minggu ai" sapa ceff tio sambil melambaikan tangan nya menggoda Prameswari yang jarang ada kesempatan bercanda karena sejak mulai kerja di vin Prameswari hanya sebentar di Cafe itu pun jarang komunikasi.
"ai...ai... Mpok tio udah ganti model ya..." tanya Prameswari tersenyum sambil mengerlingkan mata sebelah menggoda ceff tio.
"model apaan" tanya yang lain.
"akikah deh waktu bayi" jawab ceff tio asal dan di sambil gelak tawa.. Ceff tio pun berjalan melenggak lenggok bak peragawati profesional. Prameswari dan Damayanti hanya bisa tersenyum melihat kelakuan pegawai cafe nya mereka sangat jarang bisa berkumpul apalagi saat Cafe rame.
Setelah bercanda sambil membersihkan tempat meja kursi dan setiap sudut cafe nampak pengunjung mulai datang dan Prameswari mulai masuk dan berada di stand barista. Dengan serius pramesri mulai menerima pesanan dan meracik setiap pesanan yang datang.
" saya pesan campocino original 2 tolong antar di kursi ujung" pesan seorang pria tinggi tampan yang tak lain Albert dengan penampilan kasual dan pola rambut yang di bikin tak beraturan.
" oh.....hi... Iya nanti saya antar ke sana" jawab Prameswari dengan tersenyum. Ketika di lihat semua sibuk melayani pembeli, Prameswari pun mengantar kopi ke arah Albert.
" ini pesanan anda.. Apakabar anda?" sapa Prameswari yang merasa familiar wajah Albert karena seringnya nongkrong dan memesan kopi.
"Bert panggil Bert Dan saya baik. Kamu semakin cantik". Balas Albert.
" trimakasih atas pujiannya" jawab Prameswari simple lalu kembali kestand baristanya yang tidak mungkin tinggal lama karena terlihat sudah ada beberapa orang sudah antri dan lumayan sekitar 10 orang.
Prameswari mulai membuat kan satu persatu pesanan pengunjung dari kopi, es cream, teh, dan sari buah hingga antrian tinggal 2 orang.
" wa, mau pastel ga ni...!!" tanya ceff tio dari dapur yang terdengar prameswari dari balik jendela tempat pengambilan menu yang sudah siap untuk di antar
" boleh deh kasih 3 porsi ya... Aku mau promo sama pembeli yang duduk di ujung, sama kasih yayan" jawab Prameswari yang di acung jempol sama ceff tio.
Setelah menerima 3 porsi pastel Prameswari pun mengantar ke kasir dan diterima Damayanti lalu ke tempat Albert.
" permisi untuk anda, promo menu untuk pendamping minuman" ucap Prameswari sambil menyerahkan 1 porsi piring berisi pastel.
" trimakasih" jawab Albert tersenyum.
" sama sama" ucap Prameswari balas tersenyum, berlalu dari hadapan Albert untuk kembali ke stand barista. Yang sudah ada pengunjung yang antri.