WARNING!! Mengandung adegan dewasa, bijaklah dalam membaca. *** Hari ini, pria Bernama Herman itu mendapat pekerjaan merenovasi sebuah rumah paruh baya yang usianya lima puluh lima tahun. Sementara usianya sendiri baru empat puluh dua tahun. Kebetulan hari ini adalah hari pertamanya bekerja di sana. Seperti biasa, Herman pergi dari rumah dalam keadaan malas. Semenjak Santi meninggal dunia, Herman memang lebih banyak malas-malasan untuk bekerja. Tidak salah jika Ara mengeluh sebab Herman memang tidak pernah memberinya uang saku. Setiap dimintai uang untuk membeli lauk pauk, Herman lebih sering marah dari pada memberikannya begitu saja. Pria itu mulai mengemasi peralatan pertukangannya. Kebetulan rumah yang akan ia renovasi tidak terlalu jauh dari rumahnya, hingga Herman bisa berjalan ka

