Hadiah Dari Sandi

1626 Kata

Waktu sudah menujukkan pukul tujuh pagi. Sandi dan Reza sudah bersiap meninggalkan rumah itu. Sandi harus ke kantor seentara Reza harus sekolah. Sicilia sudah menyiapkan bekal terbaik untuk anak dan suaminya. Laptop milik Sicilia yang rusak tersiram air, juga sudah berada dalam mobol Sandi. Laptop itu akan ia bawa ke service centre. “Sayang, kamu hati-hati di rumah. Kalau ada apa-apa, cepat kabari abang ya ….” Sicilia mengangguk seraya menyalami suaminya itu dengan takzim, “Iya, Bang. Kamu juga hati-hati di jalan.” “Ingat, Sayang. Apa pun yang terjadi, kamu harus hati-hati dan segera hubungi abang.” “Iya, itu pasti.” “Ya sudah, abang pergi dulu. Assalamu’alaikum ….” “Wa’alaikumussalam ….” Sandi pun berlalu dari pekarangan rumahnya menuju kantor tempatnya bekerja. Sicilia kembali ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN