Laptop Sicilia Rusak Secara Misterius

1646 Kata

Waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi. Azan maghrib sudah berkumandang di seantero langit kota Pekanbaru. Sicilia yang tadinya tengah terlelap, juga kembali terjaga. Tubuhnya cukup linu dan matanya sedikit sembab karena habis menangis, mengadu kepada Rabb-nya. Sicilia bangkit dari tidurnya, memerhatikan Sandi dan Diva sesaat, lalu turun dari ranjang itu menuju kamar mandi untuk mensucikan dirinya dengan air wudu. Setelah selesai berwudu, Sicilia pun kembali membetang sajadah dan bermunajat kepada Rabb yang maha tinggi. Lagi-lagi, Sicilia tidak bosan-bosannya mengkerdilkan diri di depan Tuhan-nya. Setelah selesaikan melaksanakan kewajibannya sebagai hamba, Sicilia pun kembali melipat peralatan shalatnya dengan baik lalu keluar dari kamar. Ia berniat mempersiapkan bahan masakan yang akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN