Masih Flash back. Herman dan Zul berlalu dari rumah paman mereka, sementara Santi masih tetap berada di sana. Sang bibi menyiapkan kamar untuk Santi. “Santi, selama kamu di sini dan sebelum ayahmu datang, kamu jangan sesekali berani menemui Herman di bengkel Zul, apa pun alasannya. Jika kamu melanggar, maka paman akan mengusirmu dan Herman dari sini. Ingat, di sini kalian tidak bisa bebas seenaknya seperti di Tembilahan. Kalian bisa dihajar massa jika berani berbuat yang tidak-tidak,” ancam sang paman Santi dengan tegas. Santi cukup bergidik dengan nada ancaman dari sang paman. Tapi apa boleh buat, ia tidak mungkin tunggang langgang di Pekanbaru bersama Herman. Tujuannya ke Pekanbaru adalah membuat drama agar dirinya bisa segera dinikahkan dengan Herman, bukan untuk menjadi gelandangan

