“Assalamu’alaikum ...,” ucap Sandi sesampainya di depan pintu rumahnya. “Wa’alaikumussalam .... Bang, sudah pulang?” Sicilia dengan cepat segera menghampiri suaminya. “Sudah, Ci. Kak Santi dan yang lainnya sudah di rumah.” Sandi menghela napas berat dan langsung berjalan menuju dapur. Pria itu membuka baju dinasnya dan meletakkan baju itu di atas tumpukan keranjang kain kotor. Lalu Sandi mendudukkan bokongnya di atas salah satu kursi makan. “Ada apa, Bang? Kenapa abang menghela napas begitu?” tanya Sicilia seraya mengambil sebuah cangkir kaca besar. Ia hendak membuatkan teh es untuk suaminya. “Abang tidak habis pikir dengan para warga yang datang. Menolong enggak, datang-datang malah menyalahkan.” “Maksud abang, mereka menyalahkan abang?” “Tidak hanya menyalahkan abang, tapi menyalah

