Kebencian Ando

2085 Kata

Herman dan Ando masih terus menikmati makan malam mereka. Senyum selalu mewarnai bibir ayah dan anak itu. Memang, sudah sangat lama Ando tidak pernah lagi menikmati momen kebersamaan itu bersama ayahnya. Lebih tepatnya semenjak Santi meninggal, Herman hanya sibuk dengan dirinya sendiri. Bekerja pun Herman mulai malas-malasan. Ando kadang makan kadang tidak. Berkali-kali Sicilia dan Sandi menawarkan pemuda itu makan di rumah mereka, tapi Ando selalu menolak dengan alasan ayahnya pun belum makan. Ando tidak tahu kalau selama ini Herman selalu mengenyangkan perutnya sendiri tanpa memikirkan anak-anaknya. Yang ia tahu, ayahnya sudah tidak ada yang mengurus. Punya keuarga dekat juga sama sekali tidak memedulikan keluarganya. Hal itulah yang selama ini di tanamkan oleh Herman dalam otak Ando.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN