Panik

2073 Kata

Waktu menunjukkan pukul empat dini hari. Santi mengerang di dalam kamarnya tanpa bisa menggerakkan tubuhnya. Tubuh wanita itu tiba-tiba melemah dan sulit untuk digerakkan. “Kak ... Kak ...,” lirih Santi seraya berusaha memukul tubuh Herman yang tidur di sampingnya. Herman masih belum terjaga karena suara Santi begitu kecil dan sangat lemah. “Kak ... Kak ...,” ucap Santi. Ia masih berusaha membangunkan Herman. Herman pun akhirnya terjaga. Ia melihat ke sebelah kiri dan Santi terlihat memanggil-manggil dirinya. “Ada apa?” tanya Herman. Santi menangis, “Tubuhku tidak bisa digerakkan, Kak.” Herman terduduk. Ia melihat Santi sangat lemah. Bahkan menggerakkan tubuhnya saja ia sulit. “Kenapa bisa jadi seperti ini?” tanya Herman, heran. Santi menggeleng, “Aku tidak tahu. Aku haus, Kak. Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN