Seminggu sudah kepergian Yeni untuk selamanya dan itu tentu saja masih menyisakan kesedihan di hati Sicilia. Seperti biasa, jam tiga dini hari istri Sandi itu sudah terjaga. Ia melaksanakan shalat malamnya dua rakaat, lalu bermunajat kepada sang Rabb yang maha segalanya. Setelah mengkerdilkan diri di hadapan Rabb, Sicilia pun duduk di atas kursi kerjanya dan mulai berkutat dengan laptop untuk menuangkan ide cerita yang ada di otaknya. Ketika dirinya tengah asyik mengetik cerita, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari sebuah aplikasi sosial media. Sicilia membuka pesan itu dan betapa terkejutnya ia dengan apa yang tertulis pada pesan itu. Tidak hanya kaget dengan apa yang tertulis, tapi juga kaget melihat siapa yang mengirim pesan itu. Herman, nama itulah yang tersemat pada aplikasi messenger

