Malam ini, suasana di rumah Sicilia masih cukup ramai. Bahkan Herman dan anak-anaknya berniat menginap di rumah itu dengan alasan ingin membantu. Sicilia dan Sandi tidak keberatan, karena mereka memang sangat butuh bantuan saat ini. Aser dan keluarganya sudah kembali ke rumah mereka sementara Zul dan keluarganya memutuskan untu menginap juga karena mereka tinggal di luar kota dan berniat akan kembali besok siang. Suasana duka masih kentara di kediaman Sicilia. Ia masih belum siap kehilangan sang ibu dan sesekali air matanya masih saja keluar ketika ia sendirian di dalam kamar. “Bunda, bunda aman tidur di kamar? Apa tidak tidur bersama kami saja di luar? Atau Ara, bunda dan tante Fatma tidur di kamar Reza saja. Kamar Reza’kan lumayan luas.” Sicilia menggeleng, “Bunda nggak apa-apa kok.

