Herman masih saja terisak di atas tanah di samping kamar Sicilia. Memori dan kenangannya bersama santi, membuatnya tidak mampu membendung semua rasa kesedihan itu. Ia lupa, jika selama menikah dengan Santi, lebih sering air mata yang ia torehkan pada ibu dari ke tiga anak-anaknya itu. Ya, cinta karena paksaan memang tidak akan bahagia dan indah. Paksaan? Jelas kalau cinta mereka karena paksaan, karena selama ini Herman sudah bersekutu dengan setan untuk melunakkan hati Santi dan mendapatkan wanita itu. Memang, mereka terkesan tetap langgeng sampai maut memisahkan. Tapi sudah jadi rahasia umum, jika perjalanan rumah tangga Santi dan Herman lebih banyak dihiasi dengan percekcokan dan pertengkaran. Damainya hubungan mereka, hanya ketika membuat penyatuan dan menggapai surga. Setelah itu, pe

