Masih Flash back. Santi tiba-tiba terjaga. Tubuhnya terasa panas dan ada yang aneh yang ia rasakan di otaknya. Tadinya Santi begitu yakin untuk membatalkan rencana pernikahannya dengan Herman. Tadinya ia ingin jujur pada ibu, paman dan bibinya perihal kehamilan yang sebenarnya tidaklah ada. namun tiba-tiba, pikirannya berubah. Otaknya kembali dikuasai oleh bayang-bayang Herman. Ah, ada apa denganku? Bukan’kah tadinya aku sudah yakin akan mengatakan yang sejujurnya pada mama? Aku akan menunda dulu rencana pernikahanku dengan kak Herman. Setidaknya, aku tidak ingin menyia-nyiakan perjuanganku selama tiga tahun ini. mendapatkan ijazah SMA, lalu baru aku pikirkan apakah aku akan lanjut menikah dengannya atau akan meneruskan pendidikanku ke perguruan tinggi. Tapi sekarang kenapa jadi seperti

