“Kalea, tunggu…” Suara Sena berhasil membuat wanita itu menghentikan langkahnya dengan dahi yang berkerut. “Ada apa, Sena?” “Kamu jangan masuk dulu ya soalnya Pak Sena lagi terima tamu ja—” Belum sempat pria itu melanjutkan ucapannya Genta baru saja keluar dengan seorang wanita cantic yang terlihat setara dengan sahabatnya tersebut. “Sayang banget padahal aku ke sini mau ngajak kamu makan siang bareng tapi ya sudah mungkin next time aja ya,” kata Andini yang terlihat kecewa karena niatnya ingin makan siang bersama pria yang hendak dijodohkannya gagal. “Iya maaf yak arena menjelang akhir tahun kantor dan yang lainnya sedang sangat sibuk tapi sebentar…” Genta melirik ke arah Sena dan juga Kalea yang sedang memperhatikan mereka. “Sena tolong kamu antar Ibu Andini sampai ke lobi ya,” tita

