Saat berpapasan dengan Mbok Ijah, Wulan hanya menunduk, sedangkan Mbok Ijah menatap Wulan dengan rasa heran. "Non Wulan mau ke mana?" tanya Mbok Ijah, tapi Wulan tidak perduli dengan semua itu. "Ada apa dengan Non Wulan?" ucap Mbok Ijah lagi sambil melanjutkan jalannya menuju ruang tamu. Mbok Ijah sampai di ruang tamu, tapi tidak ada orang di sana. Mbok Ijah termangu sambil memandang teh hangat yang ada di nampan yang ia bawa. "Kalau tidak ada tamu, yang minum teh manis ini siapa?" Nampan yang di tangan Mbok Ijah, ia taruh di atas meja, lalu ia duduk di sofa sambil memegang gelas. "Baiklah, aku saja yang minum, lagi pula tidak ada orang di rumah selain Non Wulan, jadi aku bisa bersantai sejenak menikmati teh manis ini dengan tenang." Mbok Ijah duduk sambil menyesap teh manis hangat

