Tok, tok, tok! Terdengar lagi suara ketukan pintu kamar. Wulan beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya, nampak adiknya berdiri sambil tersenyum. "Mbak aku di suruh Mas Damar untuk mendekorasi kamar Mbak Wulan, ini para pekerjanya sudah datang semua. "Hah! Kapan Mas Damar nyuruh kamu?" "Setengah jam yang lalu, terus orang-orang ini datang untuk membantu. Mas Damar juga tanya ukuran ranjang Mbak Wulan, kata Mas Damar mau beli spring bed." Wulan mendengarkan ucapan adiknya dengan seksama, ia tidak menyangka Damar begitu cekatan dalam bekerja untuk mengatur kamar pengantinnya. "Mbak, masih bingung?" tanya adiknya yang tampan yang bernama Gunawan. "Wan, Mbak binggung dan kepala pusing pingin istrirahat." "Baiklah istirahat di kamarku dulu, ya! Karena kamar Mbak mau d

