Malam yang Mendebarkan

1149 Kata

"Wulan, kamu ngomong apa, Nduk? Ibu tidak terlalu mendengarnya?" tanya Bu Endang, "Tidak ada apa-apa, Bu! Sanggul ini sedikit berat," kilah Wulan sambil tersipu malu. 'aduh, bagaimana ini? Kalau Mas Damar menganggap pernikahan ini sungguhan, terus aku harus bagaimana? Haruskah aku juga sungguh-sungguh?' batinnya. "Wulan, kamu cantik mengenakan paes dan sanggul khas Solo ini di tambah hiasan mawar merah di belakang telinga hingga ke arah lehermu, sungguh Ibu kagum padamu." "Bunda, sekarang sudah selesai, apa Mbak Wulan di suruh keluar kamar?" tanya asisten Bu Endang. "Kita bawa Wulan ke kamarnya dulu. Ayok!" Mendengar ucapan Bu Endang, sang asisten yang bernama Hani itu segera membantu Wulan berjalan menuju kamar pengantinnya. Orang-orang yang melihat penampilan Wulan dengan busan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN