Desahan keduanya terus bersahut-sahutan tiada henti seolah kisah cinta mereka memang belum selesai sampai di sini. Hentakkan yang terakhir kali, Fabiano mengerang dan menyemburkannya di dalam, setelah usai ia menciumi wajah Flavia yang memerah dan wanita itu tertidur setelahnya. "Semoga ini awal permulaan kita bisa bersama lagi. Aku mencintaimu, Flavia," ucap Fabiano. Fabiano merasakan beratnya langkah kaki yang baru saja melangkah keluar dari pintu rumah itu. Ia menghela nafas, mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba meredakan detak jantungnya yang memburu. Saat itu, langit masih berwarna jingga senja, menandakan hari hampir malam. Di kejauhan, suara jangkrik mulai terdengar bersahutan. Sementara itu, Ludovic, yang membawa beberapa bag makanan baru saja sampai di depan ruma

