Di kursi, di depan ruang ICU Dimas duduk dengan tangan meremas rambut. Sejak kemunculan pria itu, pria versi dewasa Jayden, Dimas tidak tenang. Pikirannya berkecamuk. Di mana istrinya menemukan pria itu? Apakah mereka kembali menjalin hubungan? Dimas menggeleng mengusir prasangka buruk yang memenuhi otaknya. Istrinya tidak seperti itu. Airi perempuan baik-baik. Istrinya tidak akan bermain api yang akan membakar dan menghanguskan rumah tangga mereka nantinya. "Mas..." Dimas mendongak mendengar suara lembut itu memanggilnya. Matanya mengikuti gerakan sang istri yang perlahan duduk di sampingnya. Airi menggenggam tangannya, meremasnya hangat. Jejak air mata masih terlihat di wajah Airi yang tampak pucat. "Jangan mikirin yang nggak-nggak." Airi menggeleng. "Aku bisa jaga diri." Mungkin D

