Bab 31

1272 Kata

Airi berjengit, tidurnya langsung terjaga. Cepat perempuan itu mengangkat kepala, matanya nanar menatap wajah tampan putranya yang sepertinya masih tertidur. Tapi tadi dia merasakan jari-jari Jay yang digenggamnya bergerak, makanya dia terbangun. Airi mengucek mata, memperhatikan wajah Jay lebih seksama. Dan perempuan itu hampir menjerit saking senangnya. Mata Jay yang masih terpejam bergerak-gerak, untuk kemudian terbuka. Airi menutup mulutnya agar dia tidak berteriak. Perempuan itu terisak. Bahagia karena putranya telah sadar membuat air matanya tumpah untuk yang kesekian kali. "Bunda..." Airi semakin terisak nendengar Jay memanggilnya. Cepat Airi mengangguk sebagai jawaban. Dia masih belum dapat bersuara. Suaranya seolah hilang, lidahnya juga terasa kelu sehingga dia tidak dapat berb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN