Bab 43

1815 Kata

Airi memijit pelipis. Kepalanya berdenyut mendengar pertanyaan yang dilontarkan Jay. "Bunda apa susahnya sih jawab pertanyaan Jay. Tinggal bilang ya atau nggak kan beres!" Bagi Airi sekarang Jay terlalu menuntut. Apa karena darah Aiden yang mengalir dalam tubuhnya semakin banyak sehingga Jay semakin keras kepala? "Bunda nggak tau lagi harus jawab apa. Pertanyaan kamu terlalu pribadi, Jay!" Nada suara Airi sedikit meninggi. Tapi Jay tak perduli, dia hanya ingin kepastian dari sang ibu. "Bunda bingung harus ngejelasinnya kayak gimana sama kamu. Kamu masih terlalu muda buat mengetahui ini. Masalah Bunda sama Papi kamu itu rumit, Jay." Airi menatap Jay tajam. Kali ini dia harus bersikap tegas pada putranya yang sudah remaja. Jay membuang muka, tak mau membalas tatapan Ibunya. Daripad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN