39. Perdebatan

1605 Kata

Ruang kepala sekolah terasa dingin. Seorang pria bertubuh tegap duduk dengan penuh kewibawaan di kursinya. Di meja miliknya, tertera secara jelas nama dan titel yang ia miliki. Matanya menatap fokus sosok lelaki yang sedang berdiri tepat di seberangnya. Rion. Siswa lelaki itu diam sejak tadi, tidak menunjukkan perlawanan sama sekali terhadap tuduhan yang dijatuhkan padanya. Yang Rion lakukan hanyalah mendengarkan, sementara jauh di dalam dirinya, lelaki itu berharap agar tidak ada berita apapun tentang dirinya yang tersebar. Walau kemungkinan seluruh sekolah tidak mengetahui masalahnya sangatlah kecil. "Jadi, gimana keputusan kamu?" Rion tetap diam. Bagaimana pula dia bisa memilih untuk meninggalkan salah satu dari dua hal terpenting baginya. "Maaf, Pak, tapi saya nggak punya niat bua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN