38. Perihal Cata dan Orion

2087 Kata

"Judith! Judith! Judith!" Teriakan semangat tersebut berasal dari Amar. Sementara Cata di sebelahnya masih diam sembari memegang box berisikan makanan yang ingin dimakan seseorang. Kedua lelaki itu tengah berdiri di depan kap mobil mereka, berharap Judith dapat segera membukakan pintu beserta pagar. Udara kota Jakarta malam ini cukup dingin. Sebab hujan deras sore tadi sepertinya. Tapi Cata dan Amar tidak peduli, mereka tetap saja menunggu. Sementara Judith tidak lagi membalas pesan-pesan mereka di aplikasi chat biasa. Kanan kiri terlihat sepi, sebab memang tidak ada orang lain yang berada di luar kecuali dua lelaki itu. Rumah tetangga Judith pun terlihat seperti biasanya, dengan lampu depan yang sengaja dinyalakan di malam hari. "Eh, Cat," celetuk Amar seakan sadar akan sesuatu. "Judal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN