52. Pupusnya Harapan

1135 Kata

Judith menatap seorang di depannya dengan ekspresi kesal---walau tidak begitu kentara. Sudah sejak tadi Judith menunggu, namun lelaki itu baru datang sekarang. Beritahu Judith, apa manfaat seorang lelaki mendatanginya pada pukul sembilan malam? Pengecualian untuk Cata dan Amar. Sedang Rion hanya berdiri diam menatap Judith penuh rasa bersalah. Ia benar-benar lupa mengabarkan perempuan itu sebab kepanikannya terhadap Araz. Bagaimanapun, Araz memang lebih penting dari apapun di dunia ini. Tidak masalah apabila Rion kehilangan kesempatan untuk melihat Judith malam ini, karena ia paham bahwa ia masih dapat melihat Judith di sekolah walaupun perempuan itu tengah menyimpan amarah. Tapi kehilangan kesempatan melihat Araz? Rion benar-benar akan menyesal seumur hidupnya. "Maaf baru datang sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN