51. Kondisi Araz

1269 Kata

Rion memacu kendaraan yang dibawanya, membelah jalanan ibukota yang ramai dengan hiruk pikuk menjelang malam. Jantung lelaki itu sepertinya tidak berbeda jauh dengan deru mesin mobil, berbagai kemungkinan tentang kondisi Araz membuat Rion pesimis. Sudah sejak beberapa hari kemarin, Araz selalu muntah dan mimisan. Sedang Rion, dengan sikap tidak acuh, mengabaikan Araz dan lebih mementingkan kegiatan sekolah. Sebenarnya tidak mengabaikan, Rion hanya mencoba membagi waktu sebab acara besar Cakrawala akan diadakan tidak lama lagi. Sementara kala malam, Rion berusaha untuk menginap menjaga Araz. Rion menambah kecepatan mobilnya, was-was juga bila ponselnya kembali berbunyi dan panggilan dari bundanya masuk. Rion tidak siap menerima kabar yang lebih buruk lagi dari sekedar kata pingsan. Diusapn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN