Penyatuan bibir di pagi yang manis

1030 Kata

Alana sesaat tertegun menatap senyum yang tergambar di wajah hangat Rafael. "Cantik? Seriusan dia bilang aku cantik?" gumamnya dalam hati. Mata bulat Alana seakan terkunci di wajah tampan lelaki di hadapannya, meski tak bisa berenang Alana tampaknya tak takut tenggelam dalam lautan pesona yang dipancarkan Rafael. Rafael mendekatkan wajahnya lalu menelisik wajah Alana, hingga semakin membuat gadis itu salah tingkah. "Uhm ternyata gak cantik, biasa saja, gak ada yang istimewa," ujarnya, kemudian berbalik dan sekonyong-konyong meninggalkan Alana. "Apa kamu bilang?" Tangan Alana sontak mengepal kesal dan serasa ingin menampol muka Rafael. Tak bisa melakukan pembalasan atas rasa kesalnya pun Alana hanya bisa memasang wajah muram dengan bibir mengerucut beberapa senti. Pipi bulatnya tampak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN