Ciuman yang mereka lakukan harus terhenti karena sebuah ketukan di pintu kamar yang bertubi dan sangat mengganggu. "Mas, Mas Rafa, dipanggil Nyonya ..." Mendengar hal itu keduanya pun saling tatap dengan mata membeliak. "Mama kamu pulang," bisik Alana. Padahal Alana lebih suka jika mama mertuanya tinggal di luar negeri saja. Dunianya terasa aman tentram tanpa kehadiran wanita yang melahirkan suaminya itu. "Apa, Bi?" sahutnya. "Anu Mas, ditunggu Nyonya di meja makan. Katanya ada hal penting yang mau dibicarakan," sahut si ART dari luar. "Bilang sama mama, sebentar lagi saya kesana," balasnya. "S—siap." Hening kemudian, tampaknya Bi Sumi sudah pergi. *** Rafael pun turun ke lantai bawah, dan langsung menuju ruang makan. Dia melihat Cassandra yang sedang sibuk menikmati jus sayur

